Fast Food Yang Cepat Versus Slow Food Yang Sehat

Posted on Posted in Tak Berkategori

by: Ahda Khothib Muqqodas

 

Hidup di zaman sekarang ini segala hal dituntut serba cepat. Pekerjaan dan pendidikan pun berpacu dengan waktu. Begitu juga dengan makanan, pun seolah-olah dikejar dan dibatasi oleh waktu sehingga kita mengenal istilah fast food. Pada dasarnya, fast food adalah makanan siap saji yang dikonsumsi secara instan. Pengertian fast food merujuk kepada pengolahan dan penyajian makanan yang serba cepat. Makanan-makanan yang termasuk ke dalam kelompok fast food, antara lain; fried chicken, burger, atau frozen fast food seperti chicken nuggets, french fries, sosis, chicken wings, dan sebagainya. Biasanya, fast food memiliki ciri kandungan kalori yang tidak seimbang, bahkan sering disebut kalori kosong atau tidak bergizi. Oxford dictionary mendefinisikan fast food sebagai makanan yang dapat diolah dan disajikan dalam waktu yang singkat dan mudah dalam hitungan beberapa menit, terutama di snack bar atau rumah makan.

Fast food menjadi tren yang ‘menjamur’ untuk menunjang gaya hidup yang ingin serba cepat. Tapi apakah kalian tahu dengan istilah slow food? Dari namanya saja, bisa di kira-kira atau bisa di prediksi bahwa slow food adalah kebalikan dari fast food. Interpretasi kebanyakan orang saat mendengar kata “Slow food” tersebut  adalah makanan yang di olah dengan proses yang agak lama, tidak serba seketika seperti makanan cepat saji fast food, sehingga dinamakan slow food. Namun, pengertian slow food lebih dari itu. Slow food mencangkup secara lebih komperhensif atau menyeluruh mengenai hal yang terkait pangan, tidak sebatas pada proses pengolahan makanan menjadi santapan saja.

Herlianty Hilman, seorang aktivis gerakan slow food community dalam suatu acara televisi swasta “Rumah Perubahan Rhenald Kasali” menyatakan bahwa pengertian dan ruang lingkup slow food tidak terbatas pada proses pengolahan dan cara penyajiannya. Beliau mengatakan bahwa slow food memiliki slogan ‘clean, safe and fair food’  yang mana slogan tersebut menggambarkan pembahasan slow food. Makna clean dan safe pada slogan slow food ialah makanan yang bersih dan aman bagi semua orang atau semua kalangan. Slow food disebut makanan yang sehat karena tidak menggunakan pengawet yang dapat membahayakan. Kalori yang dimiliki slow food lebih rendah dan berimbang dibandingkan dengan fast food yang tinggi kalori, garam, lemak termasuk kolesterol, dan sedikit mengandung serat. Serat adalah makanan yang membuat kita merasa kenyang. Karena kandungan serat pada fast food sangat rendah, kebanyakan orang memakan makanan fast food dalam porsi besar untuk membuat mereka merasa kenyang.

Makanan yang sehat adalah makanan yang bisa dikonsumsi oleh siapa saja. Makanan yang dapat dikatakan bergizi adalah makanan yang cukup kualitas dan kuantitasnya serta mengandung unsur yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kriteria makanan bergizi adalah komposisi makanan yang mengandung zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur sesuai dengan kebutuhan tubuh. Zat tenaga berasal dari karbohidrat dan lemak, zat pembangun dari protein, zat pengatur dari vitamin dan mineral.

 

Slow food merupakan makanan yang tinggi serat karena terbuat dari bahan organik terutama sayuran. Kandungan serat yang tinggi pada slow food menjadi daya tarik yang menjadikan slow food cocok bagi konsumen yang ingin menghabiskan waktu menikmati makanan yang sehat dan tidak menyebabkan kegemukan. Dalam segi rasa slow food tidak kalah dengan makanan fast food yang menggunakan berbagai bahan tambahan makanan. Hal positif dari slow food adalah kita bisa menambahkan bahan tambahan sendiri sesuai selera. Ini lebih jelas dan terkontrol dibandingkan fast food yang seakan membohongi konsumen dengan bahan tambahan kimia yang ditambahkan para produsen.

Dalam hal popularitas dan minat konsumen, slow food sebenarnya tidak kalah dengan tren fast food saat ini. Sebagian masyarakat lebih memilih mengkonsumsi fast food karena alasan keterbatasan waktu dan ingin instan dalam mengkonsumsi makanan. Masyarakat yang memilih slow food lebih mengedepankan faktor kesehatan makanan. Slow food adalah makanan yang dapat diterima dengan mudah oleh kalangan konsumen terutama dalam hal kesehatan makanan. Anggapan bahwa slow food merupakan makanan yang memerlukan waktu pengolahan yang lama adalah salah. Pengolahan slow food tidak ‘selalu’ lebih lama dari fast food. Pada dasarnya slow food juga memerlukan bahan tambahan makanan yang praktis seperti penyedap, pewarna dan sebagainya. Hal menarik dari slow food dibandingkan fast food adalah slogannya “fair food”,  yang memanfaatkan sumber daya pertanian dan peternakan indonesia yang melimpah demi keuntungan bersama. Pembuatan slow food berarti menghargai kesejahteraan para petani dan tidak membohongi kosumen.

Dari pembahasan diatas kita dapat melihat kelebihan dan kekurangan dari slow food dan fast food. Kita dapat membandingkan hal positif dan negatif di antara kedua jenis makanan tersebut. Jika dilihat dalam kecepatan penyajian fast food adalah makanan favorit untuk menunjang gaya hidup yang serba cepat, tetapi jika dilihat dari segi gizi makanan slow food memiliki nilai gizi yang lebih baik karena dasarnya terbuat dari bahan organik yang menyehatkan. Mengonsumsi fast food tidaklah dilarang, tetapi tidak baik juga apabila terlalu sering. Kita boleh mengonsumsi makanan fast food sekali dalam sebulan. Bagaimana pun kesehatan adalah hal yang  lebih penting dibandingkan aktivitas yang selalu dikejar oleh waktu. Oleh karena itu kita budayakan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat. Hal ini bisa dimulai dengan mengurangi mengonsumsi fast food dan mulai beralih ke slow food.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *