HIDUP SEHAT DENGAN FOOD COMBINING

Posted on Posted in Tak Berkategori

 by: Ainun

Apa itu food combining? Food combining(FC) adalah metode pengaturan asupan makanan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah tubuh. Khususnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Dampak dari kombinasi makanan serasi adalah meminimalkan jumlah penumpukan sisa makanan dan metabolisme, sehingga fungsi pencernaan dan penyerapan zat makanan menjadi lancar dan pemakaian energi tubuh lebih efisien.

Food combining mengusahakan tubuh untuk menyikapi dan menyerap dengan baik kandungan gizi yang ada dalam satu unsur makanan. Bagaimana memadukannya dengan unsur lain? Kapan waktu yang tepat untuk memakannya? Itulah salah satu seni dalam pola makan food combining. “Itulah sebabnya pelaku FC mampu makan hingga kenyang, namun tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman atau menyebabkan kegemukan,” tulis pakar food combining (FC) Erikar Lebang. Seperti apa siklus yang dibuat berdasarkan waktu 24 jam itu? Dalam bukunya ‘Mitos dan Fakta Kesehatan’, pakar food combining Erikar Lebang memberikan penjelasan seperti berikut ini:

  • Pukul 12.00 hingga 20.00, adalah waktunya tubuh mencerna dan menyerap bahan makanan sesuai dengan kebutuhannya.
  • Pukul 20.00 hingga 04.00, adalah waktunya tubuh memproses makanan yang telah kita makan pada siang hingga pukul delapan malam dan menggunakannya sesuai dengan keperluan.
  • Pukul 04.00 hingga 12.00, adalah waktunya ‘sisa proses’ makanan itu dibuang dari tubuh dalam bentuk kotoran, urine, keringat atau napas.

Selain itu, food combining juga mempergunakan fungsi sistem pencernaan dengan cara menyesuaikan apa yang dimakan dengan kebutuhan asam basa dan siklus alamiah tubuh agar metabolisme tubuh seimbang.Hal yang paling menonjol dalam food combining adalah kita tidak disarankan menyantap nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah sekaligus dalam satu jam makan.  Berbeda dari kebiasaan selama ini yang hanya mementingkan mendapatkan energi dari asupan makanan, dengan makan semuanya sekaligus secara bersamaan.

Food combining mengenal padu-padan yang cocok atau tidak cocok untuk
setiap unsur makanan. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Protein (hewani) dan sayur: serasi
  • Protein (hewani) dan karbohidrat: tidak ideal
  • Sayur dan karbohidrat: serasi dan normal.

Jika dilihat dari penjelasan di atas, yang selama ini dilakukan sebagian besar orang adalah mengonsumsi protein berbarengan dengan karbohidrat. Contohnya: ayam goreng dan nasi atau kentang. Padahal cara makan tersebut tidak ideal. Seharusnya jika memang kita ingin makan ayam goreng, konsumsilah dengan sayur-mayur. Kenapa protein dan karbohidrat menjadi tidak ideal jika disatukan? “Karbohidrat butuh enzim amilase agar bisa dicerna dan diserap tubuh. Sementara protein hewan butuh enzim pepsin untuk mencerna. Dua enzin ini nggak kompak. Enzim amilase akan berhenti saat pepsin diproduksi,” jelas Erikar.

Hal tersebut menjelaskan bahwa jenis makanan, baik sumber karbohidrat, sumber protein, sayuran, maupun buah, memerlukan enzim pencernaan berbeda. Jika makanan disantap bersamaan atau hampir bersamaan, maka proses pencernaan tidak berjalan efektif, sehingga banyak zat gizi yang terbuang.

Food combining tidak memerlukan takaran konsumsi makanan. Hal utama yang paling diperlukan hanyalah bagamana makan dengan kombinasi makanan yang serasi. Food combining memang terbilang baru di Indonesia. Di berbagai belahan dunia, banyak orang yang meyakini bahwa diet food combining adalah jalan yang alami untuk mendapatkan berat badan ideal dan tubuh terbebas dari penyakit. Tetapi tak sedikit pula yang memandang konsep kombinasi makanan sehat ini dengan sebelah mata.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *