Kompetensi Pengolahan Untuk Meningkatkan Daya Saing

Posted on Posted in Food Issues, Food Knowledge, Kail, Tak Berkategori

“Kompetensi Pengolahan Untuk Meningkatkan Daya Saing”

Narasumber oleh Dr. Ir. Eddy Afrianto M. Si

Resume oleh Eci Yuni Solihah

Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena memiliki kekayaan laut yang berlimpah. Namun indonesia belum mampu memberdayakan kekayaan laut yang dimilki secara optimal. Hal ini merupakan suatu tantangan bagi pemerintah maupun dunia usaha. Apalagi saat ini indonesia telah memasuki persaingan  perdagangan secara global. Dilihat dari kondisi saat ini indonesia hanya mampu mengeksport ikan laut dalam keadaan mentah sehingga nilai jualnya pun relatif murah. Akan tetapi negara-negara yang dituju untuk eksport ikan dari indonesia ini mampu mengolah dan memberdayakan ikan laut tersebut sehingga daya jualnya pun relatif tinggi. Hal yang paling ironi adalah produk-produk dari luar tersebut dijual kembali ke negara indonesia. Saat ini produk-produk olahan ikan dari luar negeri dapat dengan mudah ditemukan dipasaran.  Produk-produk dari luar tesebut sangat beragam dan tentu saja memilki kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih murah. Hal ini mejadikan produk olahan ikan dalam negeri kalah bersaing karena umumnya harga yang ditawarkan lebih mahal dan kualitas yang kurang baik. Banyaknya produk hasil olahan ikan yang beredar dipasar menjadikan konsumen lebih selektif dalam memilih.  Konsumen cenderung memilih produk luar  yang memiliki harga murah dengan kulaitas yang baik.

            Dari permasalahan tersebut, dapat diketahui bahwa hal yang harus menjadi perhatian untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri adalah kualitas. Kualitas yang baik akan menjadikan produk dalam negeri menjadi lebih mudah diterima oleh konsumen. Selain itu kualitas yang baik akan menambah nilai jual produk tersebut. Untuk meningkatkan kualitas produk itu sendiri harus memperhatikan beberapa parameter berikut:

  • SOP
  • Bahan Tambahan Pangan (BTP)
  • Kemasan
  • Pelabelan
  • Keamanan pangan
  • Pencantuman tulisan halal

Selain itu untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama yaitu pengembangan  produk.Pengembangan produk dari bahan mentah menjadi suatu produk jadi akan meningkatkan nilai jual atau nilai tambah produk tersebut. Semakin banyak pengolahan yang dilakukan maka nilai jual produk pun akan semakin bertambah.  Sebagai contoh rumput laut yang dijual sebelum diolah memiliki hrga Rp4.500/kg namun, setelah diolah menjadi keripik harga jual naik menjadi Rp29.000/kg.

 Cara kedua yaitu mengemas produk dengan kemasan yang menarik. Hal ini perlu diperhatikan karena kemasan yang menarik tentu akan membuat konsumen tertarik untuk membeli. Selain itu kemasan juga dapat mempengaruhi kualitas produk karena jika suatu produk tidak dikemas dengan baik maka akan terjadi suatu penyimpangan yang dapat menurunkan kualitas produk tersbut.

Cara yang ketiga yaitu harus konsisten dalam menjaga kualias produk. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih bahan-bahan yang bagus dan tetap memperhatikan Standar Negara Indonesia. Kualitas produk yang tetap terjaga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang kita miliki. Kemudian cara keempat yaitu menjaga loyalitas konsumen.

Peningkatan daya saing produk perikanan ini juga dapat dilakukan dengan

  1. Gerakan Pelabuhan Perikanan Bersih
  2. Kampanye anti Formalin di pasar ikan tradisional,
  3. Lomba Inovator Produk Perikanan,
  4. Gerakan Personal Higiene di Unit Pengolahan Ikan dan
  5. Gerakan Bebas Antibiotik di Tambak ikan atau udang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *