Minimalkan Konsumsi Junk Food

Posted on Posted in Tak Berkategori

By: Rista Nurmalinda

 

Junk food, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti makanan sampah. Tentu itu bukan arti yang sebenarnya. Yang pasti, junk food kurang baik dikonsumsi dalam jumlah banyak. Ada dua macam tipe junk food yang dikemukakan para pakar kesehatan. Tipe junk food yang pertama yaitu  makanan yang mengandung sedikit nutrisi atau nirnutrisi tetapi mengandung banyak kalori. Makanan dengan kalori yang tinggi tetapi rendah nutrisi lain seperti vitamin dan mineral dapat meningkatkan resiko berbagai penyakit seperti diabetes ataupun obesitas. Contoh dari junk food tipe ini yaitu permen atau gula-gula.

Tipe yang selanjutnya yaitu makanan yang sebetulnya mempunyai kandungan nutrisi, tetapi kalau dikonsumsi secara terus-menerus dan dalam jangka waktu lama akan menjadi tidak sehat seperti karena terlalu banyak mengandung lemak jenuh dan  garam. Contoh junk food tipe ini yaitu pizza, burger, dan lain-lain.

Sebagai mahasiswa, terkadang kita kurang memerhatikan apa yang kita konsumsi. Apakah yang kita konsumsi didominasi oleh junk food atau tidak. Jika yang kita konsumsi justru didominasi oleh junk food, maka mungkin saja kita mengalami kekurangan nutrisi dan mengalami peningkatan resiko terhadap berbagai penyakit. Mengingat banyaknya junk food di pasaran, mungkin sulit untuk menghindarinya 100%. Oleh karena itu, agar kebutuhan nutrisi tubuh kita tetap dapat dipenuhi, imbangilah dengan makanan sehat seperti buah dan sayur.

Dan perlu diingat, junk food tidak sama dengan fast food. Kenapa? karena fast food lebih merujuk pada proses penyajian yang cepat, sedangkan junk food merujuk pada kandungan nutrisi yang rendah. Sebagian fast food mungkin dapat dianggap sebagai junk food, tapi tidak semuanya. Beberapa fast food dianggap junk food karena umumnya fast food diolah dengan menggunakan bahan tambahan yang kurang baik jika dikonsumsi terus menerus. Selain itu, fast food umumnya dimasak dengan cara digoreng sehingga banyak mengandung lemak jenuh. Jadi, sebagai mahasiswa, kita harus memperhatikan apa yang kita konsumsi dan sebisa mungkin meminimalisir konsumsi junk food.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *